2 tahun yang lalu

PENSIUN BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA, SEBUAH TEKAD

MUNGKIN sudah terlalu lama blog pribadi di FB kubiarkan begitu saja, sehingga sejumlah sahabat FB tertalu lama menanti apa kelanjutan darti judul Blog ini yang mungkin di mata dan pandangan sejumlah sahabat FB dari blog ini ada sesuatu yang bernuilai dan dapat memberikan pencerahan terutama kepada mereka yang pada saat ini atau juga bisa jadi suatu saat nanti memasuki usia pensiun. Sebagaimana kita semua ketahui antara Pemerintah dengan Bank yang mengacu kepada ketetapan WHO tentang usia produktif seseorang ternyata berbeda. Pemerintah menganggap seseorang diusia 58 tahun dianggap sudah tidak produktif lagi dan harus dipensiunkan, sementara Bank dengan WHO sebagai acuan untuk menentukan usia kerja dan harapan hidup, yang mengacu kepada mereka yang terdidik, terlatih serta di luar keduanya.

Artinya memang masyarakat membutuhkan berbagai acuan untuk menentukan dan memprogram kehidupan yang akan ditempuh sehingga kehidupan ini jangan sampai berakhir secara sia sia, kita mengharapkan akhir kehidupan masing masing kita, yang jika menurut agama Islam akan berakhir dengan segala kebaikan atau (hasan) yang dikenal dengan istilah husnul khootimah.

Bagi penganut adama Islam maka acuannya adalah kehidupan Rasulullah Muhammad SAW. Muhammad SAW pada usia 40 tahun. Pada usia itu beliau memiliki kekayaan sudah sebanding dengan kekayaan pendiri perusahaan di mana beliau bekerja, dalam dunia perdagangan, karena sejak perusahaan dimanej beliau, keuntungan sangat pesat, karena dikendalikan dengan penuh kejujuran.

Pada usia tersebut beliau tercatat sebagai orang kaya baik di Makkah maupun Madinah. Dalam perkawinanya Ia menghadiahi isterinya dengan seratus ekor unta, di luar mas kawin. Sungguh jumlah yang luar biasa, itu bukti kekayaannya. Sungguh Nabi Muhammad SAW telah menunjukkan keada kita semua selaku ummatnya sebagai contoh seseorang yang telah selesai dengan dirinya ketika mencapai usia empat puluh tahun. Beliau telah selesai dengan dirinya.

Dan ketika pada usia itu beliau diangkat menjadi Nabi maka beliau menyudahi aktivitasnya sebagai pedagang, pemasukannya secara otomatis mengalir melalui aktivitas perkebunan dan perniagaan yang berjalan dengan sendirinya (?) dan kekayaannya digunakannya sebagai pendukung tugas tugas kerasulannya. Beliau telah menunjukkan kepada kita semua bahwa harta yang berhasil dikumpulkan selama bekerja adalah untuk mendukung dakwah, sebagai sesuatu yang harus dilakukan setiap seseorang di hari tuanya, dan itu di mulai pada usia empat puluhan.

usia normal seseorang sebagai ummat Muhammad SAW adalah 60-70 tahun. Sedang dakwah adalah kewajiban seseorang, apapun disiplin ilmunya. Seseorang dalam berdakwah adalah menyelenggarakan dakwah, dan yang paling ideal penyelenggaraan dakwah itu dimulai usia seseorang empat puluh tahun.

Pada umumnya kita sebagai ummat Muhammad SAW terlambat start dalam beraktivitas dakwah, sehingga peran kita dalam dunmia dakwah menjadi sangat kecil, dan itulah pula banyak anak keturunan kita tak memiliki pemahaman dan kepatuhan yang memadai tentang akidah Islamiyah, sebagai agama yang dianutnya. Itu semua diakibatkan oleh kekeliruan kita semua dalam merancang tahap tahapan keterlibatan kita dalam dunia dakwah

Jangan membayangkan bahwa dalam berdakwah hanya sebatas pegang mikrofon lalu menyampaikan pesan dakwahnya, bukan. Banyak aspek yang bisa kita lakukan. Ada yang berjuang dengan ilmunyam dengan kepatuhannya, dengan uangnya. taujuga dengan tenaganya. Ada yang mengajar dan ada juga yang belajar, dan banyak lagi yang lain. Tak kalah penting adalah mereka yang berdakwah dengan uangnya.

Lalu apa pula yang bisa diambil peran bagi yang benar benar tak memiliki kemampuan berpartisipasi.

Pengumuman

KERTA MEMPERTINGGI HARAPAN HIDUP

LUKMAN HAKIM, yang dikenal sebagai mantan Walikota Metro dan kini secara aklamasi dipilih sebagai Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia Pengda